Ketua Umum ASPPI: Pariwisata ke Depan Tak Lagi Bertumpu pada Keindahan Alam

Banda Aceh – Ketua Umum DPP ASPPI Agus Pahlevi mengatakan perkembangan  dan pengembangan usaha pariwisata ke depan makin beragam, tidak lagi bertumpu pada  atraksi budaya, keindahan alam yang mempesona, dan rasa  kuliner yang maknyus. Tapi ada sektor lain yang mampu mendatangkan turis dalam jumlah banyak.

 

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Agus Pahlevi saat memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda)-IV DPD ASPPI Aceh, Senin (14/2/2022) di Hotel Rasamala Indah, Banda Aceh.

 

Sebab, katanya, saat ini dan ke depan sudah  banyak sektor wisata minat khusus yang mulai dan bisa dikembangkan di Indonesia, termasuk Aceh.

 

Ada sejumlah peluang bisnis wisata baru kini mulai dilirik Pelaku wisata di berbagai daerah dan nasional, adalah wisata sport, wellness tourism seperti seperti spa, MEES (rapat).

 

Di sektor wellness tourism, kata Agus, pengelola wisata ini mengedepankan peningkatan kesehatan dan kebugaran fisik serta pemulihan kesehatan spiritual dan mental wisatawan.

 

Ketua DPD ASPPI Aceh, Azwani Awi diapit Sekretaris Faisal Traverios dan Bendahara Stella Runtuwene saat memberikan laporan pertanggungjawaban pada Rakerda-IV yang berlangsung di Hotel Rasamala Indah, Senin (14/2/2022).

 

Di samping itu, ada sembilan jenis wisata yang kini menarik dikembangkan, terutama di era pandemi, yaitu wisata perdesaan. Para wisatawannya diajak berkeliling ke desa-desa dan menginap di desa. Apalagi, saat ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai mengembangkan wisata desa dengan memberikan apresiasi terhadap sejumlah desa wisata, home stay yang ada di desa-desa wisata.

Ada juga wisata pendakian gunung dan olahraga paralayang yang kini juga diminati, terutama kalangan mileneal dan mahasiswa. Sedangkan wisata olahraga seperti marathon, balap sepeda, sepeda santai juga banyak wisatawan yang mencoba.

 

Sementara wisata bahari yang menggunakan kapal layar atau yachting dan selam atau diving, juga patut dikembangkan. Aceh parnah menggelar kapal layar yang bergerak dari Thailand ke Sabang.

 

Di samping itu ada juga wisata olahraga arung jeram. Wisata ini tergolong murah dan mudah dilaksanakan, terutama di Aceh, karena banyaknya sungai yang memiliki potensi arus deras, ada di Krueng Tangse (Kabupaten Pidie), ada Krueng Simpo Bireuen.

 

Menurus Agus Pahlevi, para pelaku wisata yang tergabung dalam DPD ASPPI Aceh juga bisa mengembangkan wisata gua dan paramotor, ekowisata, wisata hantu dan wisata milenial atau youth tourism, dan wisata relawan atau voluntourism.

 

Rapat kerja daerah (Rakerda) IV DPD ASPPI Aceh yang dibuka Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin SE, M.Si AK, berlangsung sehari selain membahas program kerja juga melakukan pertanggungjawaban kepengurusan di bawah Azwani Awi.

 

Kecuali telah melaksanakan sejumlah kegiatan selama tahun 2021, DPD ASPPI Aceh, kata Azwani Awi mengutip laporan bendahara Stella Runtuwene hingga saat ini memiliki saldo kas di bank senilai Rp 256 juta lebih.

 

 

Sumber : https://acehherald.com/ketua-asppi-pariwisata-ke-depan-tak-lagi-bertumpu-pada-keindahan-alam/

 

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn

You may also like

Ramadhan Bersama ASPPI Aceh

ASPPI DPD ACEH | Banda Aceh, Alhamdulillah, Kegiatan Tausyiah Ramadhan, Santunan Anak Yatim Piatu dan Berbuka Bersama Asppiers pada hari Jumat, tanggal 22 Maret 2024

Read More

Get 30% off your first purchase

X